Membangun Suatu Usaha

Dkp Dorong Swasta Bangun Pabrik Pengalengan Ikan Di Kepri

Hasil perikanan Indonesia saat ini telah diterima di 158 negara dari 241 negara di dunia. Dia pun menyebut potensi pasar ikan Timur Tengah yang dapat digarap, di antaranya adalah ikan patin dan ikan tawar lainnya. Nilai impor komoditas perikanan Timur Tengah dalam periode yang sama rata-rata sekitar 2,64 persen dari complete nilai impor komoditas perikanan dunia. Pada 2017 nilai impor komoditas perikanan Timur Tengah mencapai US$3,05 miliar dan pada 2019 meningkat menjadi US$3,32 miliar atau sekitar 2,67 persen dari complete nilai impor komoditas perikanan dunia. “Selama ini yang menguasai pasar Timur Tengah untuk ikan patin adalah Vietnam,” sambungnya.

Ekspor Ikan

Untuk itu, dengan kemudahan perizinan ini, maka diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan ekspor terutama pada ikan hias. Entah bagaimana cerita yang sesungguhnya, bisa jadi kekhawatiran banyak pihak itu terlalu berlebihan. Yang pasti harga jual Arwana Super Red mulai turun drastis, karena ribuan ikan yang seharusnya di ekspor ke China terpaksa dijual murah ke pasar lokal atau ke negara lain yang daya serapnya sangat terbatas. “Kami juga berharap BPBL Ambon dapat memproduksi benih secara kontinu agar kegiatan budidaya ikan bubara yang kami lakukan dapat berkelanjutan,” pungkas Mansir.

Dalam dua tahun terakhir, Indonesia menempati posisi teratas negara ASEAN yang mengekspor komoditas kelautan dan perikanan ke negeri Tirai Bambu. Ekspor langsung yang dilaksanakan di SKPT Sebatik ini merupakan salah satu keberhasilan KKP dalam membangun daerah pinggiran Indonesia yang kaya akan potensi sumber daya ikan. SKPT Sebatik juga menjadi titik pemeriksaan dan titik pengeluaran dan pemasukan kapal perikanan yang mengangkut hasil perikanan dari berbagai daerah di Kalimantan Utara, seperti Tarakan, berau. Menurut Koordinator SKPT Sebatik Iswadi Rachman kelengkapan dokumen ekspor tersebut menjadi langkah pemerintah untuk menghindari kegiatan ekspor ilegal.

Dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Kapal Pengangkut Ikan Hidup disebutkan, kapal pengangkut ikan hidup dibatasi berukuran paling besar 300 gros ton . Pengangkutan ikan tujuan ekspor oleh kapal asing hanya diperbolehkan dari pelabuhan tertentu sebagai pintu masuk dan keluar. Beberpa jenis komoditi ikan berkualitas dari laut Indonesia menjadi primadona ekspor. Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Heru Suseno mengungkapkan LPK harus diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional . Ada beberapa tahapan penting dalam proses sertifikasi produk, proses, dan jasa.

“Sumber pendapatan dari produksi ekspor ikan tuna ke Vietnam dan juga Surabaya. Saya optimis bisa capai Rp 1 miliar karena waktu mepet,” ungkapnya, Kamis (16/9). Lebih jauh Stefanus menjelaskan, jenis ikan hias untuk ekspor masih didominasi dengan keluarga dari jenis tertra, seperti jenis neon tertra, purple nose terta, dan cardinal tetra sekitar 60 % dari kuota ekspor yang ada, sisanya terdiri dari beragam jenis lainnya. Jenis ikan tetra tersebut banyak diminati pasar luar ngeri karena ukurannya kecil, warnanya beragam dan menarik, kemudian ikan tersebut cocok dipadukan dalam akuarium aquascape. Guna menjawab pertanyaan tersebut, TROBOS Aqua menemui sejumlah pelaku usaha ikan hias. Salah satunya yaitu Stefanus Utjin Sutisna selaku pembudidaya ikan hias kawakan di daerah Gading Serpong, Tangerang – Banten.