Membangun Suatu Usaha

Kkp Sebut Konsistensi Jaga Mutu Dongkrak Ekspor Ikan Ke China

Rencananya, setelah terbentuk BUMN Pangan akan melakukan ekspor beras ke Arab Saudi. Solusi lainnya dari kelebihan stok, kita dorong swasta untuk pengalengan ikan dan udang,” tambah Arif. Solusi lainnya dari kelebihan stok, kita dorong swasta untuk pengalengan ikan dan udang,” ucap Arif. Tanjungpinang, Batamnews – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau , TS Arif Fadillah mendorong pihak swasta untuk mendirikan pabrik pengalengan ikan di Provinsi Kepri.

Klaster Dalian yang muncul Juli lalu berasal dari seorang pria berusia 58 tahun yang bekerja di perusahaan pengolahan makanan laut. Dedy pun ikut menyampaikan mengenai kondisi yang terjadi di dalam negeri, bahwa pembudidaya ikan hias lokal masih menginginkan harga jual yang terlalu tinggi. Semisal untuk ikan koki yang harga satuanya dibanderol sekitar Rp 20 ribu per ekor untuk eceran. Namun, jika dijual ke supplier atau eksportir harganya berubah menjadi harga borongan misal menjadi Rp 15 ribu per ekor, para pelaku tidak mau, mereka masih menginginkan harga yang sama dengan eceran.

“Kami mengupayakan agar teknologi terkait budidaya ikan bubara dapat makin dikuasai sehingga produksinya semakin meningkat dan semakin banyak pembudidaya yang menguasai teknik budidaya ikan ini,” pungkas Yano. Hariyano menambahkan, kualitas perairan yang baik menjadi salah satu kunci dalam usaha pembesaran ikan bubara dan Provinsi Maluku dianugerahi kondisi perairan yang cocok untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan bubara. Hal ini menyebabkan kegiatan pembesaran ikan bubara di KJA berkembang dengan cepat di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Namun pada kenyataannya saat ini, Stefanus menjelaskan, dalam kondisi yang serba mudah pembudidaya ikan hias masih dihadapi sejumlah tantangan. Hal ini terjadi karena tidak adanya standar harga yang ditetapkan untuk komoditas tertentu. Sebelumnya, pada tanggal 8 Maret 2021, sepuluh ton frozen tuna juga diberangkatkan dari Pelabuhan Hub Internasional Bitung ke Australia oleh CV. Ekspor ini pun diharapkan dapat mendorong perusahaan lainnya untuk dapat juga berkontribusi memajukan Provinsi Sulawesi Utara dengan menghasilkan produk-produk perikanan yang unggul dan diterima di mancanegara.

Ekspor Ikan

Ini yang menjadi pertanyaan, kenapa yang satu ini bisa bertahan yang lain tidak,” jelas Sarjono. Harganya yang tadinya Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram sekarang jadi Rp 20 ribu hingga Rp 16 ribu per kilogram,” kata dia. Heru juga menyampaikan bahwa BSN bekerjasama dengan K/L/D melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan masyarakat.

Bicara mengenai permintaan ikan hias, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Bandung – Jabar, Dedy Arief Hendriyanto mengatakan, permintaan ikan hias dalam negeri untuk diekpor sangatlah tinggi. “Tercatat oleh BKIPM Bandung, jika di rata-rata dalam satu bulan nilainya bisa mencapai Rp eleven miliar, atau per harinya mencapai Rp 500 juta. Ini bukan merupakan angka yang kecil, maka dari itu ikan hias merupakan salah satu penyumbang devisa negara,” ungkap Dedy. Selain dua negara tersebut, masih banyak potensi pasar dari negara lain yang bisa digunakan. Apalagi, Rina menyebut negara-negara yang selama ini menjadi penghasil produk perikanan banyak yang terganggu akibat pandemi Covid-19.

Untuk meningkatkan daya saing dan memanfaatkan stok ikan yang melimpah, maka perlu adanya pabrik pengalengan ikan di Kepri. “Indonesia bisa jadi primary atau raja ikan hias dunia, asalkan ikan hias yang akan diekspor bisa diseleksi dulu jadi haraganya jauh bisa lebih besar. Kalau sudah seperti itu, tidak mustahil kita jadi number one eksportir terbesar ikan hias dunia,” jelas dia. Prestasi ini tidak luput dari beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Kebijakan itu di antaranya mendorong industri perikanan, hingga penenggelaman kapal ilegal asing. Pada tahun lalu, RI berhasil mengekspor ikan dengan nilai whole 4,6 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp64,four triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS).

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Dhian Kusumanto menerangkan selama ini hasil tangkapan para nelayan dijual di pasar Nunukan atau Sebatik. Sebagian dijual hingga ke Tarakan atau Tanjung Selor, namun sebagian besar dari hasil laut mereka dijual ke Tawau, Malaysia dengan harga jual yang lebih menjanjikan. “Di Inggris, ikan hias yang dipelihara lebih dari a hundred juta ekor dan menghabiskan sekitar 400 juta poundsterling/tahun untuk hobi tersebut,” papar Machmud. Ia menilai pelabuhan kita cukup luas, sedangkan kapal yang mendarat tidak banyak.